Doa
Sebelum Tidur
بِاسْمِكَ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
Bismika amūtu wa ahyā
Artinya : “Dengan menyebut asma MU, ya Allah.. aku mati dan
hidup.”
Doa Bangun Dari Tidur
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا
بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Alhamdu lillāhilladzī ahyānā ba’damā amātanā wa ilaihin nusyūr
Artinya: “Segala puji
bagi Allah, Dzat Yang Mengidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya
kepadaNya tempat kembali.”
Refrensi: Dua doa ini, baik doa sebelum tidur ataupun doa bangun
tidur diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, no hadits: 5953,
dari riwayat Hudzifah al-Yamani radliallahu ‘anh.
Doa Akan
Tidur Ketika Takut Mencekam
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ
التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ
الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ
A’ūdzu
bi kalimātillāhit
tāmmati
min ghadlabihi wa min ‘iqābih, wa syarri ‘ibādih, wa min hamazātisy
syayāthīn wa an yahdlurūn.
Artinya : “Aku
berlindung dengan (wasilah) kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari murkaNya,
dari siksaanNya, dari keburukan hambaNya, dan dari godaan-godaan setan yang
datang.” [HR. At-Tirmidzi]
Refrensi: HR. Sunan
At-Tirmidzi, no: 3528, dari riwayat Abdullah bin Amr bin al-‘Ãsh, bab: Doa-doa
dari rasulullah ﷺ, diriwayatkan juga
Abu Dawud, An-Sa’I, dan al-Hakim, ia mengatakan sanad hadits shahih, ia juga
tidak mengkhususkan bab takut akan tidur, akan tetapi doa ini dapat diamalkan
ketika dalam keadaan takut sebab apapun.
Amaliyah Ketika Bangun Tidur
Selain berdoa, ketika bangun dari tidur
dianjurkan tiga hal, pertama berdzikir/termasuk berdoa, kedua berwudlu, dan
yang ketiga mendirikan shalat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi rahimahullāh dalam kitab Al-Adzkarnya, dengan menukil
hadits shahih dari hadits Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari riwayat Abu
Hurairah radliallāhu ‘anh.
عن أبي هريرة رضي الله عنه،
أن رسول الله ﷺ قال: يَعْقِدُ الشَّيْطانُ على قافِيةِ رأسِ أحَدِكُم إذا هُوَ
نَامَ ثَلاثَ عُقَدٍ، يَضْرِبُ على كُلّ عقدةٍ مَكانَها: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَويلٌ
فارْقُدْ، فإنِ اسْتَيْقَظَ وَذَكَرَ الله تعالى انْحَلَّت عُقْدَةٌ، فإن تَوْضأ
انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فإنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقَدُهُ كُلُّها، فأصْبَحَ نَشِيطاً
طَيِّبُ النَّفْسِ، وإلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ.
Dari Abu Hurairah radliallāhu ‘anh, bahwa rasulullah ﷺ
bersabda:
“setan-setan
itu membelenggu tengkuk kepala kalian, ketika kalian tidur, dengan tiga ikatan,
dan setan-setan itu mengikatkannya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan
diletakkan pada tempatnya lalu (dikatakan) kamu akan melewati malam yang sangat
panjang maka tidurlah dengan nyenyak. Jika dia bangun dan mengingat Allah maka
lepaslah satu tali ikatan. Jika
kemudian dia berwudhu' maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan
shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan
semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan
seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tidak segar dan menjadi malas
beraktifitas"
Berdasarkan
riwayat hadits lain, maksud dari shalat dalam redaksi hadits ini adalah anjuran
shalat malam (shalat tahajud), dan ketika terbangun dalam tidur malam. Wallāhu a’lam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar