KUMPULAN DZIKIR & DOA

Daftar Isi Kumpulan Dzikir & Doa

Dzikir dan Doa Lengkap [Tema Postingan]

Disertai Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya


Pendahuluan

Dzikir dan doa merupakan amalan utama dalam Islam yang berfungsi untuk mendekatkan diri kepada Allah, menenangkan hati, serta menjadi pelindung dari berbagai keburukan. Dalam postingan ini akan dibahas dzikir dan doa terkait [tema] secara lengkap dan terstruktur.





Keutamaan Dzikir dan Doa

  • Menenangkan hati dan pikiran
  • Menjaga diri dari gangguan setan
  • Menguatkan iman dan tauhid
  • Mendatangkan pahala yang besar

Penutup

Semoga dzikir dan doa yang dibahas dalam postingan ini dapat diamalkan secara istiqamah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah memberikan keberkahan dan perlindungan kepada kita semua. Aamiin.


📚 Referensi:
Al-Qur’an al-Karim
Hadits Shahih
Kitab-kitab dzikir dan doa para ulama

DOA SEBELUM TIDUR DAN BANGUN DARI TIDUR


Doa Sebelum Tidur
بِاسْمِكَ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
Bismika amūtu wa ahyā
Artinya : “Dengan menyebut asma MU, ya Allah.. aku mati dan hidup.”
Doa Bangun Dari Tidur
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Alhamdu lillāhilladzī ahyānā ba’damā amātanā wa ilaihin nusyūr
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Dzat Yang Mengidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepadaNya tempat kembali.”
Refrensi: Dua doa ini, baik doa sebelum tidur ataupun doa bangun tidur diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, no hadits: 5953, dari riwayat Hudzifah al-Yamani radliallahu ‘anh.

Doa Akan Tidur Ketika Takut Mencekam
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ
A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmmati min ghadlabihi wa min ‘iqābih, wa syarri ‘ibādih, wa min hamazātisy syayāthīn wa an yahdlurūn.

Artinya : “Aku berlindung dengan (wasilah) kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari murkaNya, dari siksaanNya, dari keburukan hambaNya, dan dari godaan-godaan setan yang datang.” [HR. At-Tirmidzi]

Refrensi: HR. Sunan At-Tirmidzi, no: 3528, dari riwayat Abdullah bin Amr bin al-‘Ãsh, bab: Doa-doa dari rasulullah ﷺ, diriwayatkan juga Abu Dawud, An-Sa’I, dan al-Hakim, ia mengatakan sanad hadits shahih, ia juga tidak mengkhususkan bab takut akan tidur, akan tetapi doa ini dapat diamalkan ketika dalam keadaan takut sebab apapun.

Amaliyah Ketika Bangun Tidur
Selain berdoa, ketika bangun dari tidur dianjurkan tiga hal, pertama berdzikir/termasuk berdoa, kedua berwudlu, dan yang ketiga mendirikan shalat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi rahimahullāh dalam kitab Al-Adzkarnya, dengan menukil hadits shahih dari hadits Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari riwayat Abu Hurairah radliallāhu ‘anh.

عن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله ﷺ قال: يَعْقِدُ الشَّيْطانُ على قافِيةِ رأسِ أحَدِكُم إذا هُوَ نَامَ ثَلاثَ عُقَدٍ، يَضْرِبُ على كُلّ عقدةٍ مَكانَها: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَويلٌ فارْقُدْ، فإنِ اسْتَيْقَظَ وَذَكَرَ الله تعالى انْحَلَّت عُقْدَةٌ، فإن تَوْضأ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فإنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقَدُهُ كُلُّها، فأصْبَحَ نَشِيطاً طَيِّبُ النَّفْسِ، وإلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ.

Dari Abu Hurairah radliallāhu ‘anh, bahwa rasulullah ﷺ bersabda:
“setan-setan itu membelenggu tengkuk kepala kalian, ketika kalian tidur, dengan tiga ikatan, dan setan-setan itu mengikatkannya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan diletakkan pada tempatnya lalu (dikatakan) kamu akan melewati malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak. Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu' maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tidak segar dan menjadi malas beraktifitas"

Berdasarkan riwayat hadits lain, maksud dari shalat dalam redaksi hadits ini adalah anjuran shalat malam (shalat tahajud), dan ketika terbangun dalam tidur malam. Wallāhu a’lam..




DOA SETELAH SHALAT TARAWIH

📖 Bacaan Arab:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ ، وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِ فَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ العَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ الليلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العالمِينَ

💡 Artinya:

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban- kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang bersyukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

⏰ Waktu Dianjurkan:

Setelah Shalat Tarawih

PERTEMUAN DENGAN PARA NABI, KETIKA ISRA' MI'RAJ

Dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
حِينَ أُسْرِىَ بِى لَقِيتُ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَنَعَتَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم؛ فَإِذَا رَجُلٌ  حَسِبْتُهُ قَالَ  مُضْطَرِبٌ رَجِلُ الرَّأْسِ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ  قَالَ، وَلَقِيتُ عِيسَى فَنَعَتَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَإِذَا رَبْعَةٌ أَحْمَرُ كَأَنَّمَا خَرَجَ مِنْ دِيمَاسٍ يَعْنِى حَمَّامًا قَالَ  وَرَأَيْتُ إِبْرَاهِيمَ  صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَأَنَا أَشْبَهُ وَلَدِهِ بِهِ قَالَفَأُتِيتُ بِإِنَاءَيْنِ فِى أَحَدِهِمَا لَبَنٌ وَفِى الآخَرِ خَمْرٌ فَقِيلَ لِى خُذْ أَيَّهُمَا شِئْتَ. فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ فَشَرِبْتُهُ. فَقَالَ هُدِيتَ الْفِطْرَةَ أَوْ أَصَبْتَ الْفِطْرَةَ أَمَا إِنَّكَ لَوْ أَخَذْتَ الْخَمْرَ غَوَتْ أُمَّتُكَ
“Ketika aku diisra’kan (diperjalankan), aku bertemu Musa ‘alaihis salam.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifatinya dengan mengatakan bahwa ia adalah pria yang tidak gemuk yang berambut antara lurus dan keriting serta terlihat begitu gagah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku pun bertemu ‘Isa.” Lalu beliau mensifati ‘Isa bahwa ia adalah pria yang tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek dan kulitnya kemerahan seakan baru keluar dari kamar mandi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku pun bertemu Ibrahim -shalawatullah ‘alaih- dan aku adalah keturunan Ibrahim yang paling mirip dengannya. Aku pun datang dengan membawa dua wadah. Salah satunya berisi susu dan yang lainnya khomr (arak). Lantas ada yang mengatakan padaku, “Ambillah mana yang engkau suka.” Aku pun memilih susu, lalu aku meminumnya.” Ia pun berkata, “Engkau benar-benar berada dalam fithrah. Seandainya yang kau ambil adalah khomr, tentu umatmu pun akan ikut sesat.” (HR. Muslim no. 168).

SHOLAWAT MENOLAK PENYAKIT DAN WABAH

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً تَدْفَعُ بِهَا عَنَّا الطَّعْنَ وَالطَّاعُونَ، يَا مَنْ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ: كُنْ فَيَكُونُ.

Allâhumma sholli wa sallim ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin sholâtan tadfa‘u bihâ ‘annâth-tha‘na wath-thâ‘ûna yâ man amruhû idzâ arâda syai-an an yaqûla lahû kun fayakûnu.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad; shalawat yang dengannya Engkau menolak dari kami segala tusukan (bencana) dan wabah penyakit. Wahai Dzat yang apabila menghendaki sesuatu, Dia hanya berfirman kepadanya: ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia


Keutamaan: sholawat ini untuk menolak penyakit dan wabah. Dianjurkan dibaca sebanyak banyaknya ketika banyak orang yang menderita sakit dan meninggal dunia. Kuat pendirian dan keyakinan pada keagungan Allâh saat menemukan gejala alam yang mengkhawatirkan dirinya. Hanya Allâh yg dimaksud, dan bergantungnya segala urusan makhluk hidup.

AL-HALLAJ


Kalaw ini namanya cinta sejati, yang tak tergoyahkan, meski badai kematian membentang dihadapannya. sebut saja namanya Al-Hallaj, seorang sufi besar yang pada akhir hayatnya dibunuh lewat eksekusi tragis oleh Algoco Al-Harits As-Sayyaf, dihadapan Gurunya sendiri Al-Imam Junaid AL-BaghdadI dan sahabat karibnya Al-Imam As-Sibli (W: 334).

Meski banyak orang yang mengatakan, dia adalah orang gila tapi juga tidak dipungkiri banyak juga orang yang mengatakan dia adalah "Waliyullah" kekasih Alloh.
Dalam kitab Ath-Thawasiin, sedikit menyinggung tentang jawaban Al-Hallaj dari nasehat gurunya Al-Imam Junaid Al-Baghdad.

وإن قُتلتُ أو صُلبتُ أو قُطّعت يداي ورجلاي ما رجعتُ عن دعواي
Jika aku dibunuh atau disalib atau dipotong kedua tangan dan kakiku. aku tdk akan surut dari apa yang aku dakwakan.

Sedikit sebelum kematiannya beliau melantunkan sair yang kemudian terkenal dengan sair AL-Hallaj.
أُقْتُلُوْنِيْ يَا ثِقَاتِـــيْ إنَّ فِيْ قَتـْلِيْ حَيَاتِــــيْ
وَ مَمَاتِـيْ فِيْ حَيَاتِـيْ وَحَيَاتِيْ فِيْ مَمَاتِـيْ
أَنَّ عِنْـدِيْ مَحْو ذَاتِـيْ مِنْ أَجّل الْمَكْرُمَـاتِ
وَبَقَائِـْي فِيْ صَفَاتِـيْ مِنْ قَبِيْحِ السّيّئَــاتِ

Bunuhlah aku oh kekasihku.
Kematianku ada dalam hidupku.
Kematianku adalah kehidupanku.
Hidupku ada dalam kematianku.
Ketiadaanku adalah kehormatan besar.
Hidupku seperti ini tak lagi berharga.
Kekalanku dalam sifatku adalah keburukan, yang tercela.

Sebenarnya sair ini ada 20bait, tapi terlalu panjang jika disebutkan.


Sabtu,03/05/2014


AS-SYIBLI DISEBUT ORANG SINTING KARENA CINTANYA KEPADA ROSULULLAH

As-Syibli, adalah teman Al-Hallaj, seorang sufi yang sebelumnya pernah saya sebutkan, kematiannya lewat Esekusi tragis dihadapan gurunya Imam Junaiaid Al-Baghdad. Orang yang terkenal sinting gara2 ulahnya yang memporak-porandakan otoritas Ulama semasanya.

As-Syibli, wafat pada th 334H. selain Al-Hallaj, As-Sibli juga termasuk sufi yang nyeleneh tingkah lakunya. Ya…nama lengkapnya Abu Bakar Dalf bin Jahdar as-Syibli, Orang menyebutnya majnun, alias gila, sinting, nyeleneh. Dia pernah memakai celak mata yang dicampur dengan garam, supaya ia tidak tertidur di waktu malam. Dengan begitu, ia bisa menghidupkan malam dengan shalat-shalat sunnat.

Jika datang bulan Ramadhan, maka ia makin giat beribadah melebihi orang-orang di masanya. Mungkin inilah sebagian dari kesintingan As-Syibli. As-Syibli memang punya karamah. Dalam kitab Syarh Ratib al-Haddad, diceritakan bahwa Syibli mendatangi majlis Abu Bakar bin Mujahid. Melihat Syibli datang, Abu Bakar bangun dari duduknya, menyambutnya, memeluknya,dan mencium keningnya. Setelah kejadian itu, Abu Bakar ditanya oleh salah satu muridnya,
‘Duhai Guruku, engkau melakukan yang demikian kepada Syibli? Padahal, engkau dan semua penduduk Baghdad menganggapnya sinting?’

Abu Bakar bin Mujahid menjawab, ‘Apa yang aku lakukan kepadanya adalah karena mencontoh yang dilakukan Rasulullah kepadanya. Aku pernah bermimpi melihat Syibli datang kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah bangun dari duduknya dan mencium kening Syibli. Lalu dengan heran aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Duhai Rasulullah, engkau berbuat demikian kepada Syibli?

Rasululullah menjawab, ‘Ya begitulah. Itu karena orang ini (Syibli) sehabis shalat senantiasa membaca ayat:

Laqod jaa akum rasulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi maa ‘anittum hariishun ‘alaikum bil mu’miniina ro-uufurrohiim

‘Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (at-Taubah: 128)’, lalu ia melanjutkannya dengan membaca shalawat kepadaku sebanyak 3 kali’.

Ulinuha Asnawi/Sabtu, 03/05/2014